Launching Resident Evil: Requiem Jakarta

Launching Resident Evil: Requiem Jakarta

Resident Evil Requiem punya potensi untuk menjadi standar baru dalam genre horor, atau justru menjadi titik balik di mana seri ini menjadi terlalu ambisius dan kehilangan jati dirinya.

Seraphite ShadowMarch 4, 202626 views4 min read

Sebagai gamer newbie, begitu info dari Lazy Monday mampir di feed bahwa Capcom bakal ngadain acara launching game mereka yang sudah lama ditunggu-tunggu yaitu Resident Evil: Requiem, gw jelas excited banget dengernya. Selain karena memang ini game adalah salah satu yang cukup ditunggu rilisnya di tahun ini, gw jujur ngga pernah datang di acara launching game terutama milik publisher besar semacam Capcom. Jadi gw pribadi punya ekspektasi yang cukup besar terhadap acara ini. Bakal seperti apa format acaranya nantinya ya? 


Setelah menunggu cukup lama sejak Lazy Monday mengumumkan acara ini di awal Februari lalu, akhirnya hari yang ditunggu datang juga. Menembus macet Jakarta di awal bulan orang gajian ditambah hujan dan mendekati waktu perburuan takjil bikin gw sumpah serapah hampir sepanjang jalan menuju ke Gandaria City. Ketika sampai di area lantai LG, gw disambut dengan beberapa cosplayer dengan kostum army lengkap dengan tactical vest dan senapan di tangan. Semakin mendekat ke Atrium, cosplayer makin sliweran mulai dari zombie-zombie ala kadarnya sampai yang bener-bener serius. Dan ternyata area Atrium sudah penuh sekali orang di acara launching RE: Requiem ini.

Petualangan gw mulai di area photo session di mana antrian sudah mengular panjang untuk bisa berfoto bersama Grace Ashcroft, salah satu main character di game RE: Requiem. Ngga tanggung-tanggung ternyata Capcom memboyong cosplayer Grace Ashcroft yang sama dengan yang mereka tampilkan di acara Thailand Game Show 2025 lalu. Memang kalau diliat-liat, mirip banget nih mba-mba sama karakter di gamenya. Mulai dari karakter muka, warna dan model rambut sampai ke detail-detail outfitnya. Ditambah properti ala Racoon City sebagai background yang ciamik bikin orang rela ngantri lama buat bisa foto di situ. Gw? Cukup mengagumi dan foto dari jauh aja buat kenang-kenangan.

Next gw lanjut ke area main stage di mana saat gw dateng lagi break ngga ada acara dan di giant screen cuma disajiin poster acara launching RE: Requiem ini. Cukup keren sih memang posternya yang gw liat bikin banyak orang berselfie di depannya. Mungkin mereka-mereka ini yang ngga mau ngantri lebih lama untuk foto sama mba Grace Ashcroft. Lanjut gw pindah ke area gaming experience. Capcom ngga setengah-setengah, semua platform mereka sediakan di area ini. Ada PC dengan monitor gede (kayaknya 27’), laptop dan ngga ketinggalan gaming handheld. Ngantrinya ngga kalah mengular juga di sini. Sebenernya gw pengen banget nyobain terutama di gaming handheld, tapi karena waktu gw terbatas jadilah gw cuma ngeliatin orang main di laptop sambil berdecak kagum sama grafis yang ditampilkan. Gila sih memang keren banget detail grafisnya. Jadi makin ngga sabar untuk mainin juga.

Terakhir gw pindah ke area penjualan. Ada poster yang menampilkan merchandise apa aja yang dijual di sini. Tapi ternyata merchandise yang gw cari-cari macam t-shirt, topi atau apapun yang wearable ternyata ngga tersedia. Cuma ada pembatas buku, tote bag, sticker pack dan beberapa lainnya. Ya sudahlah mungkin di event berikutnya. Di area ini selain bisa beli merchandise terbatas itu, mereka tentunya juga melayani pembelian game RE: Requiem itu sendiri. Capcom menggandeng GS Store untuk transaksi penjualannya.

Sebelum cabut dari situ karena waktu yang terbatas, gw menyempatkan nonton Live Gameplay Showcase dengan Yudha dari RESILOREID sebagai player dan Aldo dari Lazy Monday di bagian komentar asbun. Menghibur banget sih buat gw, ternyata seru banget liat orang mainin game ini di layar segede gaban dan sound macam horeg. Elemen jumpscare ngagetin khas RE sukses bikin kaget dan ngasih pengalaman yang berbeda dibanding kalo cuma nonton orang main di Youtube. Ditambah komen-komen asbun Aldo yang seperti biasa menghibur dan menambah efek intimidasi buat Yuda sebagai player. 

Overall acara launching ini keren sih menurut gw. Kudos buat Lazy Monday sebagai event organizernya. Kekurangannya mungkin cuma area yang rasanya terlalu sempit kalau dibandingkan sama animo gamer yang datang. Tapi mungkin ini bisa jadi experience yang positif banget buat Capcom karena acaranya sukses berat. Jadi next time mereka bisa bikin lagi dengan budget yang lebih besar, di tempat yang lebih lega dan tentunya dengan activity yang lebih lengkap lagi. Eh tapi jangan Capcom doang kali, ayo dong publisher-publisher lain bikin juga di sini. Acara launching ini sudah membuktikan kalau pasar gaming di Indonesia sudah semakin mature dan ngga kalah sama di negara-negara tetangga seperti Thailand dan Singapura.

Share this article

Related Articles