Xbox unveils retro-inspired console and controller to celebrate its 25th anniversary, and they're launching this November

Xbox unveils retro-inspired console and controller to celebrate its 25th anniversary, and they're launching this November

Berita gaming terbaru untuk komunitas Indonesia.

KIRAJune 8, 20267 views5 min read

🔍 Xbox 25th Anniversary Edition Review: Konsol Transparan Hijau Nostalgia, Apakah Cuma Gimmick atau Wajib Koleksi?

1. Review Story: “Kembali ke Akar Hijau Legendaris”

Tahun 2025 menandai seperempat abad perjalanan Xbox—dari kotak hitam besar yang beratnya kayak barbel, sampai jadi mesin gaming modern yang sleek. Microsoft merayakannya dengan cara yang bikin gamer lawas langsung mewek: merilis Xbox Series X edisi ulang tahun ke-25 dengan desain transparan hijau khas original Xbox. Bukan cuma konsol, controller-nya juga ikut dihijau-hijauin. Bayangin aja, kamu buka kardus, lihat casing bening dengan aksen hijau neon, langsung kebayang masa-masa main Halo: Combat Evolved di ruang tamu tahun 2001.

Vibe-nya: Nostalgic banget, retro-modern, dan sedikit “edgy”. Warna hijau transparan ini bukan asal comot—itu persis warna logo Xbox generasi pertama. Tapi jangan salah, meski tampangnya retro, bodinya tetap pakai desain Series X yang kotak dan minimalis. Jadi vibes-nya kayak “old soul in a new body”. Cocok buat yang kangen era awal Xbox tapi tetap mau performa masa kini.

Karakter yang “Bernyawa” / “Kaku”: Konsol dan controller di sini punya “karakter” kuat. Desain transparan bikin komponen internal terlihat—kayak pamer “isi dalam” console. Ini bikin konsol terasa lebih hidup, beda sama edisi standar yang polos. Controller-nya juga pakai sentuhan hijau di thumbstick, D-pad, dan tombol Xbox. Sayangnya, dari segi fungsional, ini cuma kulit baru. Karakter hardware-nya sama persis dengan Series X biasa. Jadi kalau kamuæœŸćŸ… “personality” baru dari segi software atau fitur eksklusif, bakal kecewa.

Verdict Story: Kekuatan utama ada di nostalgia dan desain ikonik. Microsoft berhasil membangkitkan memori manis gamer generasi pertama. Tapi kelemahannya jelas: tidak ada cerita baru, tidak ada konten eksklusif, dan tidak ada perubahan signifikan selain tampang. Ini lebih ke “edisi kolektor” daripada “game baru”. Skor story: 7/10—keren buat yang nge-fans, biasa aja buat yang cari inovasi.

2. Performance: Visual Dewa, Tapi
 Sama Aja Kayak Series X Biasa

Dari segi teknis, Xbox 25th Anniversary Edition adalah Xbox Series X standar yang dibungkus casing transparan hijau. Jadi jangan harap ada peningkatan performa—masih pakai CPU AMD Zen 2 8-core, GPU RDNA 2 dengan 12 TFLOPS, RAM 16GB GDDR6, dan SSD NVMe 1TB. Semua game jalan di 4K 60fps (atau 120fps untuk judul tertentu), ray tracing, VRR, dan Quick Resume. Intinya, mesin ini masih monster untuk gaming generasi ini.

PC (Master Race): Tidak relevan. Ini konsol, bukan PC. Tapi kalau kamu bandingin dengan PC mid-range, Series X ini setara dengan RTX 3060 Ti + Ryzen 5 5600. Untuk harga konsol yang lebih murah, performanya masih juara. Tapi ya, edisi ulang tahun ini nggak ngasih kelebihan apa pun buat PC master race.

Konsol (PS5/Xbox Series X): Stabilitas FPS sama persis dengan Series X biasa. Mode Fidelity (4K 30fps dengan ray tracing) dan Performance (4K 60fps) tetap tersedia. Ray tracing di game seperti Cyberpunk 2077 atau Forza Horizon 5 tetap mulus. Bedanya cuma di tampang—konsol ini lebih “eye candy” di rak TV. Sayangnya, belum ada data resmi soal perbedaan suhu atau noise karena casing transparan. Tapi secara logika, material transparan mungkin sedikit berbeda dalam hal termal, tapi Microsoft pasti sudah uji coba. Prediksi kami: performa identik, suhu dan fan noise sama.

Handheld (Z2 Extreme / Steam Deck / ROG Ally): Belum terdapat data praktis untuk handheld. Xbox Series X bukan perangkat handheld. Tapi kalau kamu penasaran, game Xbox bisa di-stream ke handheld via xCloud. Tapi itu cerita lain.

3. Gameplay: “Berantem” dengan Nostalgia, Bukan dengan Game

Gameplay di sini agak tricky karena yang direview bukan game, melainkan hardware. Tapi kita bisa bahas “pengalaman menggunakan” konsol edisi ini. Begitu kamu colokin ke TV, nyalakan, dan lihat logo Xbox hijau transparan di startup—rasanya beda. Ada semacam kepuasan estetik. Controller-nya juga enak digenggam, sama seperti Series X standar, tapi dengan sentuhan hijau yang bikin lebih “exclusive”. Sayangnya, tidak ada fitur gameplay baru. Tidak ada tombol rahasia, tidak ada mode eksklusif, tidak ada game bawaan spesial. Ini murni hardware.

Verdict Metaplay: Beli Sekarang atau Tunggu Patch?

Beli Sekarang kalau kamu: - Kolektor sejati yang punya semua edisi spesial Xbox. - Fans berat Xbox generasi pertama yang pengen punya memorabilia. - Orang yang suka pamer setup gaming aesthetic—konsol transparan hijau ini pasti jadi pusat perhatian. - Punya duit lebih dan nggak masalah bayar premium untuk tampang.

Tunggu Patch (atau diskon) kalau kamu: - Udah punya Xbox Series X biasa dan nggak terlalu peduli sama desain. - Gamer kasual yang lebih mementingkan performa dan library game. - Berharap ada peningkatan performa atau fitur eksklusif—sayangnya nggak ada. - Budget terbatas—harga edisi terbatas biasanya lebih mahal, dan di Indonesia bisa tembus 8-10 juta (prediksi). Mending tunggu sale Series X biasa yang bisa dapet 5-6 jutaan.

Skor: 7.5/10 (Worth Your Time for Collectors, Wait for Sale for Others)

Xbox 25th Anniversary Edition adalah perayaan yang manis, tapi lebih ke “skin” daripada “upgrade”. Buat yang udah punya Series X, ini cuma side-grade. Tapi kalau kamu belum punya konsol generasi ini dan kebetulan suka desain retro, ini pilihan menarik. Performa tetap juara, library game Xbox Game Pass melimpah, dan kamu dapet bonus nostalgia. Hanya saja

Share this article

Related Articles