Rainbow Six Siege: Ketika Server Diserang Hacker

Rainbow Six Siege: Ketika Server Diserang Hacker

Rainbow Six Down!

MetaPlay TeamJanuary 2, 202617 views2 min read

Latar Belakang

Pada akhir Desember 2025, Rainbow Six Siege mengalami salah satu insiden keamanan terbesar dalam sejarahnya. Serangan hacker berhasil menembus sistem backend game, menyebabkan jutaan akun pemain menerima miliaran mata uang in-game secara tiba-tiba. Tidak hanya itu, beberapa akun bahkan terkena ban acak, membuat komunitas pemain panik dan kebingungan.

Dampak Langsung

Serangan ini mengacaukan ekosistem game:

  • Ekonomi in-game hancur karena mata uang premium melonjak ke angka tidak masuk akal.

  • Item eksklusif terbuka otomatis, merusak sistem progres yang biasanya membutuhkan usaha panjang.

  • Ban acak membuat banyak pemain kehilangan akses ke akun mereka.

  • Server dan marketplace ditutup sementara, Ubisoft harus menghentikan layanan untuk investigasi.

Respons Ubisoft

Ubisoft bergerak cepat dengan menutup server, melakukan investigasi, dan akhirnya melakukan rollback penuh. Semua mata uang dan item ilegal dihapus, sementara ban acak dibatalkan. Meski langkah ini berhasil menstabilkan game, insiden tersebut meninggalkan jejak besar pada komunitas.

Dampak terhadap Reputasi Ubisoft

Serangan ini menimbulkan pertanyaan serius tentang keamanan sistem Ubisoft. Banyak pemain merasa kecewa karena insiden terjadi di game sebesar Rainbow Six Siege yang sudah berusia hampir satu dekade. Kepercayaan komunitas sempat goyah, terutama karena game ini sangat bergantung pada sistem progres dan microtransactions.

Namun, di sisi lain, langkah cepat Ubisoft untuk mengakui masalah, menutup server, dan melakukan rollback dianggap sebagai bentuk tanggung jawab. Meski reputasi mereka sempat terguncang, transparansi dan kecepatan penanganan membantu meredakan amarah pemain.

Dampak terhadap Komunitas Pemain

Komunitas Rainbow Six Siege sempat terpecah:

  • Ada yang menganggap insiden ini sebagai “kesempatan emas” karena sempat menikmati item premium gratis.

  • Ada pula yang marah karena progres mereka hilang setelah rollback.

  • Sebagian besar pemain menuntut Ubisoft meningkatkan sistem keamanan agar kejadian serupa tidak terulang.

Kesimpulan

Serangan hacker terhadap Rainbow Six Siege menjadi pengingat bahwa bahkan game besar sekalipun tidak kebal terhadap eksploitasi. Bagi Ubisoft, insiden ini adalah ujian reputasi sekaligus momentum untuk memperkuat sistem keamanan. Bagi komunitas, ini menjadi pengalaman pahit yang memperlihatkan betapa rapuhnya ekosistem game online ketika diserang.

Gimana menurut kalian MetaFams?

Share this article

Related Articles