Factorio's next major update will also be its last, as its developer announces it has 'reached a good place to conclude active gameplay development'
Factorio bakal berhenti nerima update fitur baru setelah versi 2.1. Developer Wube Software merasa game udah matang banget, jadi fokus mereka beralih ke *long-term support*—artinya cuma perbaikan bug
---
Gawat! Factorio Umumkan Update Terakhir, Game Ini Resmi 'Pensiun'?
📌 TLDR
Factorio bakal berhenti nerima update fitur baru setelah versi 2.1. Developer Wube Software merasa game udah matang banget, jadi fokus mereka beralih ke long-term support—artinya cuma perbaikan bug dan maintenance doang.
📍 Apa yang Terjadi?
Wube Software, developer di balik game simulasi pabrik legendaris Factorio, baru aja ngumumin kabar mengejutkan. Update besar 2.1 yang akan datang bakal jadi update fitur terakhir. Setelah itu, tim bakal fokus ke long-term support (LTS) alias nggak bakal ada konten baru lagi.
Keputusan ini diumumkan lewat blog resmi mereka. Nggak ada tanggal pasti kapan update 2.1 rilis, tapi kabarnya masih dalam pengembangan. Yang jelas, setelah rilis, game ini resmi masuk fase "pensiun" dari sisi pengembangan aktif.
💬 Pernyataan Resmi
"We have reached a good place to conclude active gameplay development. Factorio is now a complete, polished experience, and we want to ensure it stays that way for years to come." — Wube Software (via PC Gamer)
🎮 Dampak untuk Indonesia
Buat gamer Indonesia, kabar ini sebenarnya double-edged. Di satu sisi, nggak ada lagi update besar yang bikin meta berubah drastis—jadi modder lokal bisa tenang karena base game udah stabil. Di sisi lain, komunitas yang suka nunggu fitur baru mungkin bakal kecewa. Harga game di Steam regional Indonesia masih standar (sekitar Rp200-300 ribuan), dan server multiplayer masih jalan. Nggak ada info soal diskon spesial atau perubahan harga.
🌐 Konteks
Factorio udah jadi gold standard genre factory simulation sejak early access tahun 2016. Game ini terkenal dengan update besar yang sering bikin pemain harus re-learn sistem—misalnya overhaul logistik atau penambahan modul baru. Dengan 2.1 sebagai update terakhir, Wube menutup siklus pengembangan yang panjang. Ini mirip dengan langkah Minecraft yang berhenti update fitur besar setelah versi 1.20, atau Terraria yang sempat "pensiun" lalu comeback. Tapi Factorio beda—mereka benar-benar nggak ada rencana ekspansi atau DLC berbayar.
🇮🇩 Reaksi Komunitas Indonesia
Prediksi sentimen: campuran antara lega dan melow. Komunitas Factorio di Indonesia (banyak di Discord dan forum Kaskus)

